Menikah di 4 Negara Ini Malah Bikin Kamu Tambah Kaya!

Posted on

Di Indonesia, menikah identik dengan biaya yang mahal. Beberapa daerah mematok mahar tinggi kalau mau meminang anak gadis mereka. Tapi kebalikannya, di 4 negara ini, menikah malah bikin kamu tambah kaya lho.
Gak Percaya??? Cek deh ulasannya berikut ini.

1. Jepang

Selama seribu tahun ini, Jepang tengah mengalami krisis kelahiran. Populasi lansia juga diprediksi akan menutupi jumlah anak muda di negeri sakura itu. Jepang merupakan negara Asia yang sangat putus asa perihal kelahiran seorang anak nih. Di tahun 2016, angka kelahiran hanya sekitar 1,48 anak per perempuan. Sangat jauh banget dari standar dunia. Pemerintah Jepang pun mempersiapkan dana khusus di tahun 2017 untuk membujuk warganya supaya mau untuk hamil. Pemerintah Jepang bakal memberi Rp. 30 juta buat warganya yang mempunyai anak dan intensif lainnya. Dan pada 2010 silam, pemerintah pun mendukung penciptaan bayi robot (Yotaro) oleh mahasiswa di University of Tsukuba. Bayi robot ini dapat menangis, bersin, tertawa, dan mengenali orangtua yang mengadopsinya. Harapannya sih, pasangan mau mempertimbangkan kembali untuk mempunyai anak biologis. Selain itu, ada pula program mak comblang melalui acara kencan singkat dan dukungan untuk (calon) ayah dengan memberikan cuti melahirkan bagi pria. Menarik ya?

2. Rusia

Populasi rusia menyusut mulai tahun 1990-an dikarenakan kelahiran rendah dan kematian tinggi. Karena itulah, sejak tahun 2007 pemerintah mencanangkan program yang disebut Conception Day atau Hari Konsepsi setiap tanggal 12 September. Pada tanggal tersebut, para pekerja Rusia akan mendapatkan jatah cuti khusus untuk berlibur dari pekerjaan dengan harapan ‘menghasilkan’ bayi. Lebih dari itu, wanita yang melahirkan di hari kemerdekaan Rusia juga berhak mendapatkan hadiah lemari es, uang, dan bahkan mobil. Perdana Menteri Vladimir Putin juga berjanji untuk menghabiskan 33 miliar Poundsterling untuk meningkatkan populasi Rusia sampai 30% dalam 5 tahun.Bahkan pemerintah membuat insentif khusus untuk para perempuan selama bertahun-tahun. Dengan tujuan supaya mereka mau hamil. Hasilnya di akhir tahun 2016, angka kelahiran naik menjadi 1,7 per perempuan. Tetapi masih di bawah standar dunia yaitu 1,8. Dan warga Rusia yang mau poligami dan punya anak pemerintah akan memberi Rp. 30-90 juta.

3. Singapura

Dulu, Singapura sempat menerapkan kebijakan kampanye keluarga berencana ‘Dua anak cukup’. Tetapi saking suksesnya kampanye tersebut, laju populasi pun menjadi sangat melambat. Akhirnya sembari mengganti slogan, Singapura pun mempunyai program ‘perahu cinta’ untuk pasangan yang ingin mempunyai momongan. Pada program ini, setiap pasangan akan diberi pendidikan khusus seputar kesuburan dan seksual di sebuah penginapan khusus suami istri. Untuk setiap anak pertama dan kedua yang lahir, pemerintah juga memberikan uang sebagai tunjangan senilai USD15.000 atau lebih dari Rp150 juta. Ini masih belum termasuk insentif pajak dan perpanjangan cuti hamil lho.

4. Jerman

Pemerintah Jerman rela mengeluarkan subsidi untuk menggaji orang tua yang terpaksa berhenti bekerja karena mengururs anak. Program penggajian untuk para orang tua ini mencapai USD25 ribu atau sekitar Rp340 juta per tahunnya. Tentu saja ini bukanlah nominal yang kecil. Program ini telah dimulai sejak 2007 silam, karena populasi pemuda Jerman paling kecil dibandingkan dengan negara-negara Uni Eropa lainnya. Hanya ada sebesar 13 persen warga berusia 14 tahun atau yang lebih muda. Walaupun aturan ini sudah berlaku, tapi nyatanya angka kelahiran di Jerman tidak kunjung meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Solusi lainnya, para pemuda imigran dari Suriah serta negara-negara lain dari Timur Tengah lebih dipermudah untuk masuk ke Jerman dan membantu masalah demografi ini.

Ada-ada saja kan kebijakan pemerintah di negara tersebut untuk menaikkan angka kelahiran anak. Jadi bagaimana, tertarik untuk pindah kewarganegaraan?