10+ Tradisi Makan Dari Berbagai Negara, Dari Yang Jorok Sampai Bikin Merinding

Posted on

Makan merupakan salah satu cara manusia untuk bertahan hidup. Tetapi makan ternyata bukanlah sekadar mengonsumsi makanan dan minuman begitu aja, lho. Setiap daerah mempunyai tradisinya sendiri-sendiri. Hal ini menjadi kebiasaan serta ciri khas kebudayaan bersangkutan.

Nah, berikut ini sudah dirangkum dari berbagai sumber, 15 tradisi makan yang bisa membuat kamu merinding. Tradisi di sini ada yang berupa kebiasaan cara makan sehari-hari, etika makan, sampai yang terkait kegiatan ritual tertentu berdasarkan kepercayaan budaya masing-masing. Oke, langsung aja cekidot gaes.

 #1. Makan ikan beracun, Fugu (Jepang).
foto: hristravelblog.com

Fugu merupakan ikan paling beracun di dunia. Fugu mengandung racun mematikan dan belum ada penawarnya. Racunnya bernama neurotoxin begitu kuat yang dapat menyebabkan kelumpuhan otot. Tetapi ikan ini menjadi tantangan ‘gila’ banyak koki untuk memasaknya secara tepat dan jeli. Karena kalau sampai keliru mengolahnya, nyawa konsumen menjadi taruhannya. Pada tahun 2015 lalu, ada lima orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit gara-gara memakan ikan ini, sebagaimana dikutip dari koran The Daily Meal. Mereka mengalami kesulitan bernapas dan mengalami muntah.

#2. Bersendawa (Mesir, India, China)
foto: giphy.com

Di sejumlah negara termasuk Indonesia, bersendawa termasuk tindakan yang dinilai tidak sopan. Tetapi jika kamu dijamu makan di ke Mesir, kamu justru harus bersendawa sesudah makan. Soalnya bersendawa dianggap sebagai pujian tertinggi untuk tuan rumah yang mewakili makan kalau makanan yang dihidangkan itu memang enak adanya.

#3. Meminum darah sapi (Kenya).
foto: basia.typepad.com

Ritual makan ekstrem serta antimainstream ada di Kenya, tepatnya prajurit suku Masai. Di sini meminum darah sapi menjadi ritual ketika menyantap makanan. Prajurit Masai menganggapnya lezat ketika dicampur dengan susu atau langsung diminum dari pembuluh darah si sapi. Bagi mereka darah kaya protein serta baik untuk sistem kekebalan tubuh.

Suku Masai percaya darah sapi dapat diberikan kepada orang yang sudah disunat, wanita yang baru melahirkan, ataupun orang sakit. Selain itu, darah sapi di suku Masai juga dipercaya bisa meringankan efek mabuk dan mengeluarkan racun dalam tubuh. Dalam sejarah, meminum darah sapi membantu wisatawan bertahan melewati padang gurun luas dan panas manakala pasokan air dan makanan minim.

#4. Menyeruput makanan sampai bersuara (Jepang).
foto: onehallyu.com

Mi merupakan makanan favorit orang Asia, khususnya daerah China, Jepang, Korea, dan negara-negara Asia Tenggara. Nah, makan mi paling enak dengan diseruput sampai bersuara. Hal ini diperbolehkan di Jepang karena sebagai bentuk penghargaan kepada tuan rumah yang menyajikan, tetapi kamu bakal dilarang keras kalau melakukannya di negara seperti Thailand dan sejumlah wilayah di China.

 #5. Jangan menambahkan garam di makanan (Mesir).
foto: empoweryourhealth.org

Di Indonesia, menambahkan garam ke makanan sesudah makanan tersaji bukanlah masalah. Tetapi kalau kamu ke Mesir, jangan sekali-sekali mencoba melakukannya. Hal ini mengindikasikan kalau kamu menghina masakan si koki atau tuan rumah yang memasak.

#6. Dilarang makan tergesa-gesa (Prancis).
foto: hercampus.com

Kamu yang terbiasa makan tergesa-gesa, jangan melakukannya ketika sedang di Prancis. Di sini kamu harus makan dengan santai, bukannya malah terburu-buru. Makan cepat di Prancis dianggap sebagai suatu tindakan kasar.

#7. Makan tidak boleh pakai tangan (Chili).
foto: blog.gruborpub.com

Makan memakai tangan langsung sudah biasa di Indonesia, tetapi di Chili hal ini dilarang! Makan kentang goreng sekalipun, kamu harus memakai sendok atau garpu. Hal ini menunjukkan etiket kesopanan dalam makan.