Guru Indonesia Yang Terkenal Berkat Paulo Dybala

Posted on

Guru Sekolah Dasar Negeri di Jawa Tengah, Husnul Khotimah, mendadak populer karena foto yang diuploadnya pada akun Instagram. Foto dengan pose selebrasi gol khas penyerang Juventus, Paulo Dybala (dybalamask), mendapat respon langsung dari sang pemain.

Tidak ada yang berbeda dengan hari Rabu 25 Januari 2017. Seperti hari-hari biasanya, Husnul Khotimah, membuka matanya dan siap mengawali hari dengan rutinitas mengajar anak-anak didiknya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kretek 04, Paguyangan, Jawa Tengah.

Tetapi, ketika sadar dari tidurnya, mata Husnul Khotimah terpaku pada layar telepon seluler karena serbuan notifikasi dari akun sosial media Instagram miliknya. Foto yang diunggah Husnul Khotimah dua hari lalu ternyata jadi penyebabnya.

Bagi yang pertama melihat, tak ada yang aneh dengan foto tersebut. Hanya sebuah pose berjamaah antara Husnul Khotimah dilengkapi latar belakang anak-anak muridnya dengan gaya yang sama.

Namun, bagi pecinta sepak bola, khususnya suporter Juventus, pose Husnul Khotimah dan anak muridnya tentu sudah tak asing. Sebab, pose tersebut masih terngiang di benak Juventini yang menonton laga Juventus ketika mengalahkan Lazio dengan skor 2-0 pada 22 Januari 2017.

Pose itu merupakan milik Paulo Dybala, penyerang muda Argentina yang menjadi andalan di lini depan Juventus, ketika menjebol jala Lazio pada menit kelima. Dybala berpose menggunakan telapak tangannya yang menutupi mulut dengan dua jari terbuka.

“Awalnya spontan, setelah pelajaran usai saya dan anak-anak murid siap untuk pulang. Kemudian mereka ingin kami berfoto bersama. Langsung saja saya arahkan semuanya untuk mengikuti pose seperti Dybala,” kata Husnul Khotimah ketika dihubungi Bola.com, Rabu (25/1/2017)

Setelah berpose bersama, Husnul Khotimah kemudian mengunggah foto tersebut. Sama seperti foto-foto lainnya, wanita 30 tahun itu tak lupa men-tag nama sang idola, Paulo Dybala.

Foto tersebut ternyata langsung mendapatkan respon dari Italia. Dybala memposting ulang foto Husnul Khotimah dan anak muridnya yang meniru pose dybalamask. “Foto ini berasal dari Indonesia. Terima kasih,” kata Dybala.

Sejak saat itulah Husnul Khotimah dan anak muridnya mendunia. Foto kebersamaan tersebut mencuri perhatian publik yang mayoritas adalah suporter Juventus dan Paulo Dybala.

“Sampai sekarang saya masih tidak menyangka. Tangan saya dingin kalau membuka notifikasi instagram mengenai foto itu. Anak-anak juga kaget sekaligus bahagia dan tak menyangka bisa sampai begini,” lanjutnya.

Selain di dunia maya, ketenaran Husnul Khotimah pun sejalan dengan kehidupannya. Wanita yang sudah tujuh tahun mengabdi menjadi guru itu mendapatkan respon positif dari rekan kerja maupun kerabatnya.

“Kalau Kepala Sekolah sih belum tahu. Cuma rekan-rekan guru dan teman menyambut baik hal ini dan semuanya positif-positif,”

“Kalau bisa berkhayal lagi nih, semoga ada orang yang mau membantu saya mewujudkan mimpi bertemu langsung Paulo Dybala. Soalnya kalau biaya sendiri kan mahal,” ucap Husnul Khotimah sembari tertawa.

Juventini Sejati

Jauh sebelum fotonya soal selebrasi gol khas Paulo Dybala (dybalamask), kecintaan terhadap Juventus sudah sejak lama tertanam di hati Husnul Khotimah. Ketertarikan akan Si Nyonya Tua diakuinya mulai ada sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kehidupan yang jauh dari hingar bingar perkotaan tak membuat Husnul Khotimah ketinggalan mengikuti perkembangan klub idolanya. Meski ketika itu di daerahnya didominasi suporter Inter Milan, Husnul Khotimah tetap mempertahankan kesetiaannya pada Juventus.

“Sejak SMP suka Juventus dan itu pun karena Alessandro Del Piero. Padahal ketika itu di daerah tempat tinggal saya kebanyakan yang suka Inter Milan. Namun, saya sih tetap Juventus sampai sekarang,” kenang wanita yang berprofesi sebagai guru kelas III tersebut.

“Kecintaan saya akan Juventus kemudian bertambah ketika hadirnya Paulo Dybala. Selain tampan, dia pemain yang enejik dan permainannya bagus,” paparnya.

Meski gila bola, namun hobi Husnul Khotimah akan Juventus tak mengganggu rutinitasnya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa di dunia pendidikan. Husnul Khotimah tetap memprioritaskan profesinya tanpa sedikitpun mengurangi kecintaannya pada Juventus. Hal itulah yang membuat dia mendapatkan dukungan positif dari orang tuanya.

“Saya kan tinggal di desa, jadi kalau Juventus bertanding sebisa mungkin sih inginnya nonton. Kalau jam pertandingannya masih normal biasanya nonton bareng Juventini Indonesia di daerah saya. Tetapi, kalau pertandingan yang dini hari ya saya terpaksa ngga nonton, karena orang tua berpesan agar saya lebih prioritaskan mengajar di pagi harinya,” ungkapnya.

Juventus saat ini berada di posisi puncak klasemen sementara Serie A 2016-2017. Pasukan Massimiliano Allegri itu mengoleksi 48 poin dari 20 pertandingan. Husnul Khotimah berharap Paulo Dybala bisa membantu La Vecchia Signora meraih gelar Scudetto dan terus mencetak gol.

“Skuat Juventus sudah bagus ya, permainannya stabil. Mungkin kalau bisa mendatangkan Alexis Sanchez bisa lebih keren lagi. Semoga juara deh dan Paulo Dybala lebih rajin lagi mencetak gol,” harap Husnul Khotimah.