Ini Alasan Polri Menetapkan Ahok Sebagai Tersangka Kasus Penistaan Agama

Posted on

Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada pagi tadi pukul 10:00 WIB ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama. Penetapan status tersangka berkaitan dengan pernyataan Ahok tentang surat Al Maidah 51 di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Polri meningkatkan kasus tersebut ke tahap penyidikan.

Pembacaan keputusan Ahok menjadi tersangka

Hal tersebut disampaikan Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono Sukmanto di Jakarta, Rabu, 16/11/2016.

Mabes Polri mengumumkan hasil gelar perkara kasus penistaan agama yang diduga melibatkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mabes Polri resmi memutuskan kasus penistaan agama dilanjutkan ke tahap penyidikan dan menetapkan Ahok menjadi tersangka.

“Kesimpulan hasil gelar perkara. Mengingat terjadinya perbedaan pendapat yang sangat tajam di kalangan ahli, antara lain ada tidaknya unsur niat menista atau tidak agama hal ini juga menjadi perbedaan pendapat tim penyelidik yang berjumlah 27 orang di bawah Brigjen Pol Agus Adrianto sebagai Direktur Tindak Pidana Umum Mabes Polri,” kata Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto dalam konferensi pers di Gedung Rupatama Mabes Polri, Rabu (16/11/2016).

Meskipun tidak bulat namun Bareskrim Polri mengambil kesimpulan kasus ini dilanjutkan ke tahap penyidikan. “Setelah dilakukan diskusi tim penyelidik dicapai kesepakatan meskipun tidak bulat didominasi pendapat disimpulkan perkara ini harus diselesaikan di peradilan yang terbuka. Konsekuensi proses penyelidikan ini dilanjutkan ke tahap penyidikan dengan menetapkan saudar Basuki Thahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka,” kata Komjen Ari Dono.

Selanjutnya Ahok dicegah untuk tidak keluar negeri. Hal ini dilakukan untuk langkah penyidikan selanjutnya.

“Melakukan tindak pencegaan agar yang bersangkutan tidak keluar wilayah Republik Indonesia,” kata Kabareskrim.

Reaksi Ahok sungguh mengejutkan

Ahok menjadi tersangka

Saat pembacaan hasil berkas perkara tersebut, Ahok sedang melakukan kampanye pencalonan dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta 2017. Menurut sumber terdekat, Ahok sudah menyiapkan diri jika memang statusnya dinaikkan sebagai tersangka.

“Kalau sampai ditentukan tersangka, kita fight di pengadilan seperti kasus reklamasi dan Sumber Waras. Mereka nggak berani berita acara supaya nonton,” kata Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 16 November. “Kalau dimasukkan ke persidangan, semua nonton melihat masuk akal apa nggak. Ini menarik.”

“Yang penting bapak ibu jangan patah semangat. Bisa lihat malunya orang yang fitnah. Eh kita menang satu putaran. Malu dia. Itu yang penting. Kita fight dulu,” tegasnya.